Ganti Judul dan ALt sendiri

Alasan Menulis di Blog dan Tips ala Bundbund



Alasan Menulis di Blog dan tips Mengelola Waktu

Blog adalah sebuah web online yang berisi tentang tulisan-tulisan harian atau jurnal pribadi yang diposting di internet dan bisa diakses secara umum kapan saja selama halaman blog tersebut masih aktif. Sebenarnya dalam perkembangannya blog pun juga sering digunakan oleh instansi-instansi untuk keperluan publikasi dan lain sebagainya. Walaupun blog sudah ada sejak lama tetapi saat ini blog masih diminati oleh banyak orang, utamanya oleh mereka yang memiliki hobi menulis. Aku adalah salah satunya. Ada beberapa alasan menulis di blog menurut aku pribadi.

Alasan menulis di blog


  1. Bisa menulis dengan leluasa tanpa memperhatikan batas maksimal jumlah kata. Sering terjadi saat menulis di sosial media lain, tulisan sering tidak bisa dilanjutkan karena jumlah kata dalam setiap postingan dibatasi. Sehingga kadang kita harus memotong menjadi beberapa bagian dalam mempostingnya.
  2. Postingan artikel menjadi lebih rapi dan terorganisir dengan baik, mudah dicari dan mudah dibaca ulang baik oleh kita sendiri maupun orang lain.
  3. Menulis di blog bisa meningkatkan produktivitas diri dan melatih kedisiplinan, karena kalau aku pribadi menulis di blog itu seperti mengerjakan tugas atau pekerjaan yang memang disenangi. Sehingga lama-kelamaan InsyaAllah akan terbentuk kebiasaan yang membuatku menjadi lebih produktif dan disiplin dalam menjalaninya.


Dengan demikian, menulis di blog itu sebenarnya tidak hanya sekedar menulis saja. Banyak sekali makna yang bisa kita peroleh. Menulis di blog mengajarkan padaku bahwa menulis tidak hanya sekedar menulis lalu selesai. Ada adab yang harus kita terapkan dan patuhi. Ada prinsip yang harus kita pegang kuat agar kita tidak patah arah di tengah jalan. Ada tugas mulia yang sebenarnya bisa kita sampaikan melalui blog dan juga ada pertanggung jawaban atas segala tulisan yang pernah kita posting di sana.


Sehingga marilah kita menulis dengan baik, menulis dengan bijak dan menulis dengan mengutamakan adab serta menggunakan hati. Pada intinya niatkan semua untuk kebaikan. Buang jauh-jauh pikiran-pikiran yang selalu memikirkan nominal, yang segala sesuatunya harus dikonversikan dengan materi karena hal tersebut hanya akan membuat kita lelah dalam menjalaninya.


Alasan kuat menulis Blog


Selain karena alasan yang telah ku sebutkan sebelumnya, salah satu alasan kuatku untuk menulis blog adalah karena ingin berbagi pengalaman yang ku peroleh dalam perjalanan hidupku. Misalkan salah satunya adalah berbagi cerita tentang pengalaman menjadi orang tua baru dalam melewati proses kehamilan, persalinan dan persiapannya serta kebutuhan apa saja yang diperlukan, merawat bayi baru lahir, dan sebagainya. Tulisan-tulisan yang terkesan remeh temeh seperti itu bisa jadi akan sangat berguna bagi beberapa orang yang memang memerlukan untuk membacanya. Aku berkata demikian karena aku pernah berada pada fase "clueless" saat berada pada posisi menjadi orang tua baru dengan segala keterbatasannya. Minim sekali teman yang bisa ku ajak diskusi. Sehingga aku waktu itu benar-benar kesulitan mencari referensi.


Dari situlah kemudian aku mulai menuangkan segala hal yang aku alami dan lewati pada saat itu dalam bentuk tulisan dan ternyata banyak sekali yang merespon. Tetapi waktu itu aku hanya menuangkannya dalam "instagram story" yang dalam 24 jam bisa menghilang, walaupun aku bisa menyematkan dalam satu tema tetapi aku merasa tetap kurang efektif. Sehingga aku rasa blog lah yang bisa memfasilitasi itu semua. Harapannya, tulisanku bisa dibaca oleh banyak orang yang memerlukan referensi atau hanya sekedar ingin menambah wawasan dari pengalaman orang lain mengenai perjalanan sebagai orang tua baru.


Sejauh ini aku belum berpikir untuk menjadikan kegiatan blogging sebagai sumber penghasilan. Mungkin terasa aneh, masak iya benar seperti itu? Ya benar, memang seperti itu. Aku selalu berprinsip bahwa dalam hidup tugasku adalah melakukan yang terbaik yang bisa membawa manfaat kepada orang lain. Selebihnya itu bonus.


Sehingga dalam perjalanannya aku selalu berusaha untuk tidak berfokus pada materi. Materi akan mengikuti jika kita sudah benar-benar ahli atau setidaknya sudah menguasai bidang apapun yang kita tekuni. Lakukan saja semua dengan ikhlas, belajar sungguh-sungguh. Nantinya akan selalu ada jalan bagi Allah memberikan rezeki kepada hamba-Nya dari pintu yang tidak disangka-sangka. Jangan khawatir, jangan perhitungan sama Allah. Allah Maha Kaya. Jadi untuk teman-teman yang ingin menekuni dunia menulis, mulai saja. Mulai saja dari yang teman-teman sukai. Sebisanya, semampunya. Luruskan niat, semoga Allah mudahkan. Aamiin


Lalu setelah memulai blogging kira-kira apa ya yang selanjutnya bisa kita lakukan?


Menurutku persiapan selanjutnya adalah kemampuan dalam mengelola waktu. Hal ini sangat diperlukan setelah kita sudah memutuskan untuk memulai menekuni dunia blogging. Terlihat sepele tetapi sebenarnya tidak mudah, sehingga membutuhkan tekad yang kuat. Apalagi untuk kaum emak-emak yang terlihat nganggur tetapi sebenarnya pekerjaannya tidak ada habisnya dan sering terlena karena kalau ada waktu luang pengennya rebahan aja.


Tips Mengelola waktu saat nge-Blog ala Bundbund

Tips mengelola waktu saat ngeblog

Menurutku beberapa tips yang bisa kita terapkan dalam mengelola waktu khususnya bagi emak-emak saat nge blog adalah sebagai berikut:

  1. Membuat daftar kegiatan dalam sehari dengan skala prioritas. Soalnya kalau tidak begini pasti akan kalang kabut. Maklum, tugas emak kan tidak ada habisnya, jadi tentukan skala prioritasnya. Jangan direngkuh dan dikerjakan semua dalam satu waktu. Hal ini rawan sekali menyebabkan "burnout".
  2. Jangan suka menunda pekerjaan, karena semakin ditunda semakin… (isi sendiri)
  3. Pandai memanfaatkan waktu luang. Jangan kebanyakan rebahan dan "scrolling" sosial media, karena selama apapun kita scrolling tidak akan ada habisnya. Manfaatkan waktu luang untuk membaca, baik membaca buku atau blogwalking untuk mencari referensi. Tapi kalau pas capek ya istirahat saja, karena istirahat cukup itu bisa membantu memperbaiki fokus kita ketika menulis.
  4. Mengerti batasan. Kapan waktu untuk produktivitas, kapan waktu untuk keluarga. Bagaimanapun kita adalah seorang emak, tugas kita adalah membersamai dan mendidik ananda. Sehingga tuntaskan dulu amanah ini lalu kerjakan yang lainnya.


Waktu-waktu yang biasa aku gunakan untuk menulis itu adalah di malam hari (jika siang sudah tidur cukup, sehingga tidak mengantuk) atau menjelang subuh, karena di waktu-waktu itu menurutku hening, sehingga memudahkanku dalam berkonsentrasi ketika menulis. Kemudian waktu anak berada di sekolah dan waktu anak tidur siang sehingga tidak ada yang mengganggu.


Sebenarnya alasan menulis di blog dan tips dalam mengelola waktu setiap orang itu sangat berbeda-beda, jadi sesuaikan saja dengan ritme masing-masing. Yang paling penting tentukan batasan, sampai mana kita bisa nge-gass dan sampai mana kita harus nge-rem. Semoga Allah mudahkan langkah kita dalam menekuni dunia menulis ini ya teman-teman. Semoga sedikit tulisan kita bisa membawa manfaat kepada orang lain. Aamiin


✓ TerlamaLebih baru ›

16 komentar

Hai... Terima kasih sudah berkunjung. Semoga tulisan Bundbund bisa bermanfaat untuk kalian.
Bundbund tunggu komentarnya ya, tetapi jangan tinggalkan link hidup di dalam komentar ya temans
  1. ah iya istilah "remeh temeh" jadi ingat remahan rempeyek yang tetap enak walau udah jadi remah-remah. info2 yang terkadang dianggap sepele kadang menjadi solusi di era serba internet ini yang apa2 di google. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya Mbak. Soalnya aku pribadi juga suka nyari remahan rengginang itu di internet >.<

      Hapus
  2. Menunda² adalah kebiasaan yg susah banget untuk dihilangkan.
    Yg awalnya menunda 10 menit, ga sadar jadi 1 jam an.
    Menangiis bangeet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha yok bisa yooook.... Pelan-pelan dirubah. Tetap semangat ya! Aku pun kadang juga masih suka khilaf kok. Padahal kalo manajemen waktunya udah bagus, yakin deh kita bakal mudah banget menjalani hari :D

      Hapus
  3. Tulisannya bikin nyandu hehe.. ayo semangat yokk.. kita sama sama berjuang. InsyaAllah tulisan kita menjadi kenangan anak cucu kita nanti... peluk jauhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaaah... MasyaAllah, terima kasih kaakkkk semangatnya. Jadi tambah suwemangattttt iniiii. Hehhehehe... Yok bisa yoook konsisten menulis. Bismillah....

      Hapus
  4. Tulisannya rapi dan gambarnya lucu Kak.
    Mengelola waktu memang tidak mudah. Terdengar sepele tapi nyatanya sulit sekali merealisasikannya. Terutama bagi saya adalah menunda pekerjaan dan akhirnya pekerjaan jadi semakin menumpuk. Itu adalah penyakit yang masih sering menyerang saya. Semoga terus jadi bahan evaluasi diri. Hehe. Terima kasih untuk tipsnya Kak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Tetap semangat yaaaaa! Aku pun dulu juga gitu, tapi setelah tahu kalo misal kita nggak nunda itu rasanya lebih enteng akhirnya lama-lama bisa berubah. Yaaa walaupun kadang masih khilaf juga sih hehe

      Hapus
  5. Halo mbak, kita sudah berteman di instagram juga ya. Sepertinya kalau main medsos memang ada kesamaan seperlunya ya. Makanya pilih blog biar keinginan ngoceh dan banyak nulis ini tersalurkan. Hehe. Nah soal tips, memang mengetahui batasan dan prioritas untuk produktif jadi tantangan. Apalagi kalau udah pegang hape, malah kebablasan scrolling lama. Semoga bisa dialihkan dengan betah berlama-lama ngeblog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mbak... Wah boleh nih aku disapa juga di sosmed :D Benar sekali Mbak, aku buka sosmed itu kadang-kadang saja. Lebih demen nulis di blog gini sebenarnya, karena bisa lebih panjang. Jadi lebih plong. Aku kalau tak turutin buat scroll sosmed juga bisa nggak berhenti-berhenti Mbak, huhu Jadi sekarang udah mulai batesin nih

      Hapus
  6. Bener kak.. ternyata menulis juga harus memperhatikan adab ya kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Kak. Tetapi kita tetap harus semangat menulis ya!

      Hapus
  7. Trueee, aku jg sering kebablasan kl nulis Di IG😄 LEBIH LELUASA DI BLOG

    BalasHapus
  8. Sesama ibu ibu jadi related sekali nih kak :D menyalurkan 2000 kata perhari ya kak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, 20.000 kata perhari. Nggak habis-habis deh pokoknya :D

      Hapus
  9. Hai Adeeek.... Kamu juga ya. Tetap semangat menekuni dunia barumu dalam menulis review buku. Semoga Allah mudahkan setiap langkahmu ya! Aamiin
    Saling mendukung dan mengingatkan ya :')))

    BalasHapus